To reduce imported products dependency, we need to concern the substitution of wheat to alternative carbohydrates sources, in particular cassava starch is considerable. Cassava starch has low expansion ability in baking process and produce rough texture at the end result. Regarding to these, it is considerable to modify cassava starch to raise its expansion ability for baking process. One of common way to modify cassava starch is by using UV irradiation.

Modification using UV were arranged in constant state along the irradiation. In this research we use UV-A. with temperature  30,5 oC and light intensity 3500 lm/m2. Submersion of the starch in 1% lactic acid for 30 minutes were conducted prior to the UV-A irradiation. The research were done with varying UV-A irradiation time and water content of the starch along the irradiation. The UV-A irradiation time varied in 7, 8, 9, 10, and 11 hours. The water content variation used are 12,5%, 20%, 30%, 40%, and 53%.

Read the rest of this entry »

Extrusion is one of food cooking methods in high temperatures for a short period of time. The ingredient will flow through channel under the influence of several processes such as mixing, heating, cutting, and dyeing to get a dry and puffy product. This method will prevent the food product from any nutritional damage and maintain its content from any potential harmful substances.

The aim of the research is to determine mathematical model of the impact by adding protein content substance in the mixture of garut flour and corn flour to the physical characteristics of extrudat. The second aim is to compare the physical characteristics obtained from instrumental test with the physical characteristics obtained from organoleptic (sensory) test. The third aim is to find the best composition in this research.

The mixture of garut flour and corn flour was made in four composition. Protein content substance such as skim milk powder, soy bean flour, and mung bean also was made in four composition. The total mass of each sample mixture is approximately 200 grams.

Read the rest of this entry »

Bitter gourd adalah salah satu sayuran yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Seperti namanya, yaitu bitter, rasanya yang pahit memberikan sebuah sensasi tersendiri ketika seseorang mengkonsumsinya. Di beberapa negara, bitter gourd dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Di Indonesia bitter gourd dikenal dengan nama pare, di Inggris di kenal dengan african cucumber, balsam apple, balsam pear, di Spanyol dikenal dengan nama amargoso, sedangkan di Tagalog dikenal dengan ampalaya dan amplia.

Bitter Gourd (Momordica charantia L) memiliki aktivitas antioksidan yang dapat digunakan untuk menangkap radikal bebas. Radikal bebas diketahui sebagai penyebab utama berbagai macam penyakit kronis dan degeneratif, misalnya : penuaan, stroke, diabetes, kanker, dan lain-lain (Grover dkk, 2004). Salah satu senyawa yang berperan dalam penangkapan radikal bebas tersebut adalah fenolik.Dibalik rasanya yang pahit, bitter gourd memiliki kandungan fenolik yang sangat bermanfaat di dalam penangkapan radikal bebas (Jing Wu dkk, 2008). Semakin tinggi kandungan fenolik di dalam bitter gourd, maka aktivitas penangkapan radikal bebas juga semakin meningkat (Myojin dkk, 2008). Senyawa fenolik memiliki peran yang sangat besar dalam upaya penangkapan radikal bebas dibandingkan dengan senyawa yang lainnya. Kandungan total fenolik pada bitter gourd merupakan senyawa antioksidan terbesar dibandingkan dengan senyawa-senyawa antioksidan yang lain (Maisuthisakul dkk, 2008; Chanwitheesuk dkk, 2005).

Untuk bisa memanfaatkan kandungan fenolik secara maksimal pada tanaman bitter gourd, perlu diketahui kandungan fenolik pada masing-masing bagian tanaman bitter gourd. Dari hasil penelitian di ketahui bahwa kandungan total fenolik dari yang tertinggi sampai terendah secara berturut-turut adalah kandungan total fenolik pada buah masak, daun, buah muda, dan tangkai bitter gourd. Sedangkan jenis senyawa fenolik yang paling dominan pada bitter gourd adalah gallic acid

Referensi Bacaan

Chanwitheesuk, Anchana; Teerawutgulrag, Aphiwat and Rakariyatham, Nuansri. 2005. Screening of Antioxidant Activity and Antioxidant Compounds of Some Edible Plants of Thailand. Food Chemistry 92 : 491-497.

Grover, J. K. and Yadav, S. P. 2004. Pharmacological Actions and Potential Uses of Momordica charantia : a review. Journal of Ethnopharmacology 93 : 123-132.

Jing Wu, Shu dan Teik Ng, Lean. 2008. Antioxidant and Free Radical Scavenging Activities of Wild Bitter Melon (Momordica charantia Linn. var. abbreviata Ser.) in Taiwan. LWT -Food Science and Technology.  41 : 323-330.

Kubola, Jittawan and Siriamornpun, Sirithon. 2008. Phenolic Contents and Antioxidant Activities of Bitter Gourd (Momordica charantia L.) Leaf, Stem and Fruit Fraction Extracts in Vitro. Food Chemistry 110 : 881-890.

Maisuthisakul, Pitchaon; Pasuk, Sirikarn and Ritthiruangdej, Pitiporn. 2008. Relationship between Antioxidant Properties and Chemical Composition of Some Thai Plants. Journal of Food Composition and Analysis 21 : 229-240.

Myojin, N; Enami, A; Nagata, T; Yamaguchi, H; Takamura and Matoba,T. 2008. Changes in The Radical-Scavenging Activity of Bitter Gourd (Momordica charantia L.) during Freezing and Frozen Storage with or without Blanching. Journal of  Food Science 73 : 546-550.

Surveswaran, Siddharthan; Cai, Yi-Zhong; Corke, Harold and Sun, Mei. 2007. Systematic Evaluation of Natural Phenolic Antioxidants from 133 Indian Medicinal Plants. Food Chemistry 102 : 938 – 953.

Finally… Done!!

Posted: September 20, 2010 in Tidak Ada Ruginya Anda Tau

Yeah…. Akhirnya selesai juga…!!! Buku angkatan yang sebenernya di gagas sudah “berabad-abad” akhirnya selesai juga. Di awali dengan……. ah sudahlah… Intinya lagi ingin posting sesuatu, tapi belum ada bahan… Ya sudah posting sambutan buku angkatan S2 ITP 08 sadja :D . Buat temen2 maaf kalo buku angkatannya lama jadinya… Masih di percetakan :D

Ini sedikit dari content yang ada di dalam nya… Chek it out ! :)

———————————————————————————————————————

Assalamualikum. Wr. Wb..

Tidak terasa 2 tahun sangat cepat terlalui..
Masih terekam jelas di otak ketika kita praktikum
Masih belum lupa juga bagaimana kita belajar bersama dilantai 4
Masih teringat juga sedih, tangis, tawa melihat data hasil penelitian….
Cepat sekali…. Sepertinya baru kemarin…
Ah sudahlah…

Alkhmdulillah, akhirnya perjalanan berliku-liku untuk mbikin buku ini terlalui juga. Pelan tapi pasti (klise banget), akhirnya buku mungil ini tercetak juga hehe..Gagasan untuk membuat buku ini lahir dari obrolan ringan beberapa mahasiswa yang berkeinginan agar tali silaturahmi tetap terjalin setelah semua anggota S2 ITP lulus dan kembali ke asal masing-masing. Keberadaan buku ini melengkapi keberadaan group ITP 08 yang sebelumnya sudah dibikin Mas Aldi di Facebook.

Read the rest of this entry »

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor perlu dilakukan substitusi gandum dengan bahan makanan sumber karbohidrat lainnya, salah satunya adalah pati kasava. Pati kasava memiliki tingkat pengembangan yang rendah pada proses baking dan memiliki tekstur yang keras pada produk yang dihasilkan. Oleh karena itulah maka perlu dilakukan proses modifikasi pati kasava untuk meningkatkan nilai pengembangan pada proses baking (baking expansion). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memodifikasi struktur pati kasava adalah dengan menggunakan pemaparan sinar UV.

Proses modifikasi sinar UV diatur pada kondisi proses yang konstan selama pemaparan sinar UV. Sinar UV yang digunakan adalah sinar UV-A. Suhu selama proses pamaparan adalah 30,5 oC, dan intensitas sinar 3500 lm/m2. Perendaman asam laktat 1% dilakukan selama 30 menit sebelum proses pemaparan sinar UV-A. Variasi yang dilakukan adalah waktu pemaparan sinar UV-A, dan kadar air pati kasava selama pemaparan. Variasi waktu pemaparan sinar UV-A yang digunakan adalah 7, 8, 9, 10, dan 11 jam. Variasi kadar air pada waktu pemaparan sinar UV-A adalah 12,5%, 20%, 30%, 40%, dan 53%.

Read the rest of this entry »

Ketika

Posted: January 2, 2010 in Syair dan Puisi

Mata ini masih menyisakan merahnya ketika…
Leher ini masih belum bisa digerakkan ketika…
Muka ini masih menyisakan kusutnya ketika…
Kepala ini masih pusing ketika…
Tangan ini masih menyisakan coretan tinta ketika…
Lembaran-lembaran kertas ini masih belum kurapikan ketika…

Ketika…
AKU Ingat….
Hidup layaknya sendra tari Ramayana
Yang terpisah-pisah menjadi fragmen-fragmen
Yang kesemuanya sudah diatur oleh sang Sutradara
Fragmen-fragmen yang tidak bisa diubah urutannya
Fragmen-fragmen yang tidak bisa dihilangkan salah satunya
Fragmen-fragmen yang yang harus dijalani kesemuanya

Walaupun…

Jalan ceritanya menyedihkan
Jalan ceritanya membosankan
Jalan ceritanya mengerikan
Karena sesungguhnya…
Alloh Maha Adil
Alloh Maha Tau
Alloh sangat sayang kepada umatnya
Alloh mengetahui mana yang baik buat aku
Alloh mengetahui mana yang tidak baik buat aku
Dan…
Alloh sudah merencanakan yang terbaik buat aku…

16 Januari 2008/ 14 : 10

Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang disyahkan diawal-awal tahun 2008 (kalau tidak salah) menjadi semakin populer akhir-akhir ini. Terutama sejak kasus Prita Mulyasari dan yang terbaru adalah adanya sengketa Luna Maya dengan wartawan infotainment. Kedua kasus ini sempat menempati top rank berita di televisi maupun media cetak.
Secara tidak langsung kedua kasus itu membuat saya sempat merasa ”takut” untuk menulis di blog. Apalagi setelah tahu ancaman terhadap pelanggaran UU ITE ini tidak main-main. Sempat terbersit niat untuk benar-benar mengakhiri aktivitas (yang sebenarnya selama ini juga tidak aktif :D ) di dunia blogging ini. Akan tetapi niat ini batal. Alasannya karena tulisan-tulisan yang selama ini ada di blog saya juga sekedar coretan-coretan pribadi. Selain itu, pasal-pasal yang sering disebut-sebut di televisi (pasal 27 UU ITE) sepertinya selama ini juga tidak pernah bertentangan dengan aktivitas blogging saya.
Menjadi sebuah hal yang menggelikan kalo akhirnya ketakutan terhadap pelanggaran UU ITE membuat kontraproduktif dengan hilangnya keberanian saya mengekspresikan pikiran-pikiran yang ada di kepala dalam bentuk tulisan-tulisan. Apalagi setelah ingat bahwa undang-undang dibuat bukan untuk mengekang, akan tetapi dibuat sebagai regulator sendi-sendi kehidupan.

Ijinkan Aku

Posted: March 30, 2009 in Tidak Ada Ruginya Anda Tau

Belum lama aku menyeka peluhku

Ketika tiba-tiba kulihat hujan menggoyang rerumputan di depanku

Belum lama terik sang mentari memeras keringatku

Ketika tiba-tiba mendung menyelimuti langit di atasku

Belum lama hangat nafas mentari menyengat kulitku

Ketika tiba-tiba hembusan dingin angin menusuk tulangku

Belum lama ……..

Tuhan, ijinkan aku..

Mengetahui sedikit Maksud-Mu

Apakah ini pertanda dari-Mu ?

Apakah ini peringatan dari-Mu ?

Ataukah ini cobaan dari-Mu ?

Masih ada di dalam dalam ingatanku

Tsunami menenggelamkan Aceh di bumi-Mu

Geliat gempa meluluh-lantakan Jogja di bumi-Mu

Dan tarian puting beliung di mana-mana yang membuatku pilu

Sekarang ……..

Air bah menghanyutkan Situ Gintung

Tuhan, ijinkanlah aku.

Untuk memahami petunjuk-Mu

Dan mengetahui maksud-Mu

Tuhan, ijinkan aku memahami maksud-Mu


Yogya, 27 Maret 2009

Kosanku, 16.12 WIB

Pohon….

Ijinkanlah rantingmu kujadikan sebagai tempat berpijak,

Si burung kecil yang lelah mengepakkan sayapnya ini

Aku lelah, lelah, lelah, dan lelah

Seharian aku terbang, terbang, terbang, dan terbang

Untuk mencari…..

Awan….

Sudilah kiranya engkau memayungiku saat melanjutkan perjalanan nanti

Dari binar mata mentari yang sangat bersemangat membagi cahayanya ke bumi

Angin…

Maukah engkau memberitahuku dimana…..

Aku berharap engkau sudi membimbingku mencari…..

Sekalipun aku harus mengulangi lagi

Ribuan kilo perjalanan ke semua penjuru mata angin ini

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

(Si burung kecil merenung)

Bulan….

Bersediakah engkau memberi tahuku dimana keberadaanmu?

Seharian ini aku mencarimu

Tuntunlah aku ke tempatmu dengan cahayamu….

Aku tau aku tidak akan bisa menjangkaumu

Aku tahu aku tidak akan sampai ke tempatmu

Tapi……….

Aku tetap akan mencoba mengembangkan sayap kecil nan rapuh ini

Mencoba terbang menuju peraduanmu

Sampai sayap ini tidak lagi bisa mengepak

Karena aku percaya ………………..


Yogya, 21 Maret 2009

Kosanku, 16.39 WIB

Sembari nunggu dosenku, rencananya sih mau pijem UV intensity detector (kalo punya), iseng-iseng aku surfing (daripada bengong). Pertama-tama yang kubuka search engine seribu umat, Google. Abis itu yahoomail, dan yahoo messenger. Oya, friendster juga ndak lupa :) .Kemudian temenku make laptopku, dia buka www.webometrics.info. NAh cerita itu di awali dari sini nih :D .

Di web itu di sebutkan peringkat universitas-universitas di seluruh dunia yang bisa dilihat per benua maupun seluruh dunia secara langsung. Nah kira-kira gimana nih dengan universitas-universitas di Indonesia?

Ehhmmm, sedih juga kenapa peringkat UGM turun lagi. Kalo ndak salah Juli tahun lalu tuch masih peringkat UGM di Asia 50-an, sekarang (setahun kemudian) per juli 2008, peringkat UGM terjun bebas ke 88, kemudian ITB 92. UI malah ndak nongol di 100 ASIA..

Apa yang salah dengan fenomena ini? Padahal singapura menempatkan NAtional University of Singapore di peringkat 4 di bawah University of Tokyo, NAtional Taiwan University, dan Kyoto University. Thailand ndak mau kalah dengan menempatkan Prince of Songkla University di peringkat 33, Chulalongkorn University di peringkat 39, Kasetsart University di peringkat 54, Mahidol University diperingkat 73, dan Asian Institute of Technology Thailand di peringkat 74, dan Thammasat University di peringkat 99.

Jika mau ngliat lebih luas lagi di “Top 4000  Universities”, Amerika menempatkan 25 universitas sebagai universitas berperingkat 1 sampai 25…hemmm