Bitter gourd adalah salah satu sayuran yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Seperti namanya, yaitu bitter, rasanya yang pahit memberikan sebuah sensasi tersendiri ketika seseorang mengkonsumsinya. Di beberapa negara, bitter gourd dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Di Indonesia bitter gourd dikenal dengan nama pare, di Inggris di kenal dengan african cucumber, balsam apple, balsam pear, di Spanyol dikenal dengan nama amargoso, sedangkan di Tagalog dikenal dengan ampalaya dan amplia.
Bitter Gourd (Momordica charantia L) memiliki aktivitas antioksidan yang dapat digunakan untuk menangkap radikal bebas. Radikal bebas diketahui sebagai penyebab utama berbagai macam penyakit kronis dan degeneratif, misalnya : penuaan, stroke, diabetes, kanker, dan lain-lain (Grover dkk, 2004). Salah satu senyawa yang berperan dalam penangkapan radikal bebas tersebut adalah fenolik.Dibalik rasanya yang pahit, bitter gourd memiliki kandungan fenolik yang sangat bermanfaat di dalam penangkapan radikal bebas (Jing Wu dkk, 2008). Semakin tinggi kandungan fenolik di dalam bitter gourd, maka aktivitas penangkapan radikal bebas juga semakin meningkat (Myojin dkk, 2008). Senyawa fenolik memiliki peran yang sangat besar dalam upaya penangkapan radikal bebas dibandingkan dengan senyawa yang lainnya. Kandungan total fenolik pada bitter gourd merupakan senyawa antioksidan terbesar dibandingkan dengan senyawa-senyawa antioksidan yang lain (Maisuthisakul dkk, 2008; Chanwitheesuk dkk, 2005).
Untuk bisa memanfaatkan kandungan fenolik secara maksimal pada tanaman bitter gourd, perlu diketahui kandungan fenolik pada masing-masing bagian tanaman bitter gourd. Dari hasil penelitian di ketahui bahwa kandungan total fenolik dari yang tertinggi sampai terendah secara berturut-turut adalah kandungan total fenolik pada buah masak, daun, buah muda, dan tangkai bitter gourd. Sedangkan jenis senyawa fenolik yang paling dominan pada bitter gourd adalah gallic acid
Referensi Bacaan
Chanwitheesuk, Anchana; Teerawutgulrag, Aphiwat and Rakariyatham, Nuansri. 2005. Screening of Antioxidant Activity and Antioxidant Compounds of Some Edible Plants of Thailand. Food Chemistry 92 : 491-497.
Grover, J. K. and Yadav, S. P. 2004. Pharmacological Actions and Potential Uses of Momordica charantia : a review. Journal of Ethnopharmacology 93 : 123-132.
Jing Wu, Shu dan Teik Ng, Lean. 2008. Antioxidant and Free Radical Scavenging Activities of Wild Bitter Melon (Momordica charantia Linn. var. abbreviata Ser.) in Taiwan. LWT -Food Science and Technology. 41 : 323-330.
Kubola, Jittawan and Siriamornpun, Sirithon. 2008. Phenolic Contents and Antioxidant Activities of Bitter Gourd (Momordica charantia L.) Leaf, Stem and Fruit Fraction Extracts in Vitro. Food Chemistry 110 : 881-890.
Maisuthisakul, Pitchaon; Pasuk, Sirikarn and Ritthiruangdej, Pitiporn. 2008. Relationship between Antioxidant Properties and Chemical Composition of Some Thai Plants. Journal of Food Composition and Analysis 21 : 229-240.
Myojin, N; Enami, A; Nagata, T; Yamaguchi, H; Takamura and Matoba,T. 2008. Changes in The Radical-Scavenging Activity of Bitter Gourd (Momordica charantia L.) during Freezing and Frozen Storage with or without Blanching. Journal of Food Science 73 : 546-550.
Surveswaran, Siddharthan; Cai, Yi-Zhong; Corke, Harold and Sun, Mei. 2007. Systematic Evaluation of Natural Phenolic Antioxidants from 133 Indian Medicinal Plants. Food Chemistry 102 : 938 – 953.