Suatu hari di Lab. Perancangan, dua orang temanku membicarakan tentang perbedaan satuan kalori pada zat gizi dan energi. Alasan-alasan yang dikemukakan oleh keduanya terdengar aneh dan nggak masuk akal sih, namun karena aku juga nggak tau jawaban yang bener tuch seperti apa, yaa aku cuman diam aja he.hee.. Sesampainya di rumah (tepatnya kos-kosan) baru aku baca bukunya Robert L. Wolke. Nah kata pak Robert tuch begini :
Satu kalori adalah sebuah kuantitas energi. Sementara energi dapat berada dalam berbagai wujud yang dapat saling dipertukarkan, wujudnya yang paling akrab dengan kebanyakan orang adalah panas. Maka satu kalori umumnya dipandang sebagai sejumlah tertentu panas.
Akan tetapi berapa banyakkah tepatnya panas termaksud? Bertanyalah kepada seorang ahli kimia maka anda akan memperoleh satu jawaban, tetapi tanyakan kepada seorang ahli gizi maka anda akan memperoleh jawaban yang berbeda. Dan repotnya, jawaban mereka tidak saling mirip; satu kalori seribu lebih besar daripada satuan yang lain. Seolah-olah ketika seseorang menyebut kilometer, orang lain menganggapnya sebagai meter. Agar tidak keliru anda harus tahu siapa yang menyebut kalori.
Sampai sekarang belum ada tanda-tanda bahwa ahli kimia dan ahli gizi akan mencari kesepakatan; masing-masing merasa mapan di jalan mereka sendiri-sendiri. Maka dunia terpaksa memiliki dua satuan kalori.
Kalori orang kimia, yang sebaiknya kita sebut gram calorie, adalah banyak panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air (sekitar 20 tetes) sebanyak satu derajat celcius. Akan tetapi itu energi yang kecil sekali, maka ahli gizi menggunakan food calorie; banyak panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur seribu gram air sebanyak satu derajat celcius. Jadi satu food calorie sama dengan seribu gram calorie.

Recent Comments