100 Besar Asia..UGM 88, ITB 92

31 10 2008

Sembari nunggu dosenku, rencananya sih mau pijem UV intensity detector (kalo punya), iseng-iseng aku surfing (daripada bengong). Pertama-tama yang kubuka search engine seribu umat, Google. Abis itu yahoomail, dan yahoo messenger. Oya, friendster juga ndak lupa :) .Kemudian temenku make laptopku, dia buka www.webometrics.info. NAh cerita itu di awali dari sini nih :D .

Di web itu di sebutkan peringkat universitas-universitas di seluruh dunia yang bisa dilihat per benua maupun seluruh dunia secara langsung. Nah kira-kira gimana nih dengan universitas-universitas di Indonesia?

Ehhmmm, sedih juga kenapa peringkat UGM turun lagi. Kalo ndak salah Juli tahun lalu tuch masih peringkat UGM di Asia 50-an, sekarang (setahun kemudian) per juli 2008, peringkat UGM terjun bebas ke 88, kemudian ITB 92. UI malah ndak nongol di 100 ASIA..

Apa yang salah dengan fenomena ini? Padahal singapura menempatkan NAtional University of Singapore di peringkat 4 di bawah University of Tokyo, NAtional Taiwan University, dan Kyoto University. Thailand ndak mau kalah dengan menempatkan Prince of Songkla University di peringkat 33, Chulalongkorn University di peringkat 39, Kasetsart University di peringkat 54, Mahidol University diperingkat 73, dan Asian Institute of Technology Thailand di peringkat 74, dan Thammasat University di peringkat 99.

Jika mau ngliat lebih luas lagi di “Top 4000  Universities”, Amerika menempatkan 25 universitas sebagai universitas berperingkat 1 sampai 25…hemmm





Pilkada, Kewajiban atau Kesadaran ??

30 10 2008

“Kuliah Mas?, di mana?”, sapa seorang tukang ojek sembari duduk di sampingku. “Iya Pak, saya kuliah di Jogja, ini dari tadi nunggu bus koq ndak dateng-dateng.”, jawabku sekenanya. Sambil terus mengepulkan asap rokoknya tukang ojek itu pun mulai membuka pembicaraan. “Sekarang koq semuanya mahal ya mas?”, celetuk bapak itu. “Ehmm…, yang beginilah pak, efek berantai dari kenaikan BBM. Harga barang-barang jadi ikut naik”, lanjutku. “Memang bapak mulai berangkat ngojek dari jam berapa pak, trus berapa kali narik?” tanyaku penuh selidik. “Saya berangkat jam 6 pagi, itupun sudah dapet giliran ke 5 buat ngangkut penumpang.” , jawab bapak itu sambil menghisap rokoknya yang sudah hampir habis. “Paling-paling sehari cuma narik dua kali mas”, lanjut bapak itu. Read the rest of this entry »