IRRADIASI UV-A PADA PATI KASAVA DALAM ASAM LAKTAT UNTUK MENINGKATKAN BAKING EXPANSION

Posted: May 12, 2010 in Tidak Ada Ruginya Anda Tau

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor perlu dilakukan substitusi gandum dengan bahan makanan sumber karbohidrat lainnya, salah satunya adalah pati kasava. Pati kasava memiliki tingkat pengembangan yang rendah pada proses baking dan memiliki tekstur yang keras pada produk yang dihasilkan. Oleh karena itulah maka perlu dilakukan proses modifikasi pati kasava untuk meningkatkan nilai pengembangan pada proses baking (baking expansion). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memodifikasi struktur pati kasava adalah dengan menggunakan pemaparan sinar UV.

Proses modifikasi sinar UV diatur pada kondisi proses yang konstan selama pemaparan sinar UV. Sinar UV yang digunakan adalah sinar UV-A. Suhu selama proses pamaparan adalah 30,5 oC, dan intensitas sinar 3500 lm/m2. Perendaman asam laktat 1% dilakukan selama 30 menit sebelum proses pemaparan sinar UV-A. Variasi yang dilakukan adalah waktu pemaparan sinar UV-A, dan kadar air pati kasava selama pemaparan. Variasi waktu pemaparan sinar UV-A yang digunakan adalah 7, 8, 9, 10, dan 11 jam. Variasi kadar air pada waktu pemaparan sinar UV-A adalah 12,5%, 20%, 30%, 40%, dan 53%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati kasava terbaik hasil modifikasi adalah pati kasava dengan pemaparan sinar UV-A selama 10 jam dengan pre treatment perendaman asam laktat 1% selama 30 menit dengan kadar air pati selama pemaparan sebesar 40%. Nilai pengembangan pada baking dari pati UVAL 1040 adalah sebesar 10,20 mL/g, gaya yang dibutuhkan untuk menghancurkan produk sebesar 22,29 N, kadar amilosa pati adalah sebesar 29,77%, dan pH sebesar 2,41. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati UVAL 1040 memiliki puncak viskositas pasta sebesar 371 cP, hasil uji FTIR menunjukkan bahwa pati UVAL 1040 mengandung gugus karbonil dan karboksil pada bilangan gelombang 1651 cm-1 dengan transmitansi 16%, dan hasil pengamatan terhadap struktur granula pati menunjukkan bahwa pada UVAL 1040 terjadi pengecilan ukuran granula jika dibandingkan dengan pati pabrik sebelum dilakukan modifikasi.

Advertisement
Comments
  1. dwi says:

    nanya, kenapa dinding sekelilingnya harus hitam? ;)

    • Mas Arifin says:

      Kenapa harus hitam? JAwaban paling sederhana adalah karena warna hitam menyerap cahaya…. Jadi “bias” yang ada karena cahaya pantulan bisa di reduksi semaksimal mungkin…

    • Mas Arifin says:

      Jawaban konyolnya, biar keren bu.. elegan hehe… Thx dah mampir… Stastistik menunjukkan ada dua kali akses dari Belgia..hehe

  2. dwi says:

    nanya lagi dunk, UV dari lampu bisa buat nanam ga? Soalnya pengen nanem kemangi nih.. tapi nanti kalo winter bisa bertahan di dalam ruangan hanya dengan Uv dari lampu ruangan ga ya? :) maaf pertanyaannya bodoh… ;p

    • Mas Arifin says:

      hmm…TErgantng komposisi sinar lampunya, kalo komposisinya sama dengan sinar matahari Insya Alloh bisa. Di lab biofisik ada chamber yang bisa digunakan sebagai alat penelitian seperti yang kamu maksud. Lampunya khusus, harganya ratsan jta kayaknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s